Archive for the ‘Life’ Category

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa


2010
08.11

Tidak terasa ternyata saya masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh berkah ini. Ini merupakan suatu nikmat yang sangat besar bagi saya, karena bulan Ramadhan ini merupakan bulan yang dapat membawa kita terlahir dengan suci kembali.

Saya dan segenap manjemen aiimoet.net mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal dan ibadah kita bisa kita tingkatkan dan membawa perubahan yang baik pada diri kita semua. Mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuat.

Mari kita sucikan hati dan mantapkan niat untuk berjihad melawan musuh terbesar kita yaitu hawa nafsu. Semoga di hari kemenangan kita benar-benar mendapatkan kemenangan yang hakiki. Amiin :)

No Dream Is Too Big


2010
07.25

Pernahkah teman – teman mempunyai mimpi atau cita – cita ? Pastinya setiap kita bermimpi untuk menjadi sesuatu yang sangat berharga. kadang impian itu dirasa terlalu jauh, seperti pungguk merindukan bulan. Tapi tahukah, bahwa tidak ada mimpi yang terlalu jauh untuk dicapai. Semua impian bisa terwujud, asalkan dengan usaha dan doa yang selalu kita panjatkan Kpada Nya.

Jangan pernah mematahkan impian anda yang tinggi itu tanpa berusaha sebelumnya. Lelaki ini bisa jadi contoh untuk kita semua. Dia bisa meraih impian dia, bahkan dia menjadi motivator bagi orang – orang yang ada disekelilingnya. Keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk berusaha. Dan tidak ada sedikitpun kesedihan tergurat diwajahnya.

Saya malu dengan diri saya sendiri ketika menonton video tentang lelaki ini. Saya yang dilahirkan dengan sempurna, masih saja mengeluh dan mengeluh setiap hari. Tapi lihat lelaki ini, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari mulutnya.

Teman – teman, masihkah kalian berpendapat bahwa suatu impian manis tidak akan terwujud … ?

Apa yang ada di Pikiran Mereka ?


2010
07.04

Tidak terasa sudah 4 hari saya  tidak memperbarui tulisan saya. Mohon maaf kepada teman – teman karena saya agak sibuk dengan Cooking Recipes Guide saya ini, karena website itu akan dijadikan sebagai mata pencarian :D , mohon doanya ya dari teman – teman semua.

Kali ini saya ingin bertanya kepada teman – teman tentang pengemis. Pengemis bisa kita temui dimana saja, pling sering ditemui di persimpangan lampu merah. Di antara pengemis – pengemis itu ada ibu – ibu tua, ada orang cacat, ada anak – anak, bahkan ada pemuda yang badannya masih segar bugar.

Kalau ditanya kepada saya yang manakah yang akan saya beri, tentu saya akan memberi kepada ibu – ibu yg sudah tua atau kepada orang yang cacat. Mungkin teman – teman akan berpendapat yang sama dengan saya. Yang ingin saya tanyakan adalah apa sebenarnya yang ada di pikiran mereka yang mengemis padahal fisik mereka masih segar dan umur pun masih tergolong muda… ? Pernah ada seorang pengemis datang ke rumah dan kebetulan dia itu ibu – ibu. Saya sangat memperhatikan ibu – ibu itu dengan seksama, kalau ditaksir umurnya sekitar 50 – 60 tahun, badannya tinggi besar dan cara berjalan pun masih lancar. Hanya saja ibu – ibu itu memasang wajah memelas.

Saya lebih memilih untuk tidak memberinya, karena sewaktu saya melihat ibu itu saya teringat kepada nenek saya, yang sampai sekarang Alhamdulillah masih sehat walaupun beliau sudah berumur 79 tahun. Beliau tinggal di Maninjau dan kegiatan sehari – hari beliau adalah pergi ke keramba dan ke ladang untuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan lauk untuk hari itu. Walaupun kami, anak dan cucu beliau sudah melarang beliau untuk mengerjakan itu, tapi beliau selalu bilang “Panek ambo duduak – duduak di rumah sajo” (artinya, saya capek kalau selalu duduk dirumah).

nenek dan ibu ai

Waktu itu saya berpikir kenapa ibu – ibu itu tidak mencari pekerjaan saja, saya rasa untuk jadi tukang cuci baju saja masih kuat. Kalau alasan ibu itu mengemis karena tidak kuat lagi bekerja, kenapa ibu itu kuat berjalan keliling komplek dan kampung untuk mengemis..?

PEMILU Sumatera Barat


2010
06.30

lagi jerawatn nih.... T_T

Hari ini bertepatan dengan hari diadakannya Pemilihan Umum Kepala Daerah/Pemilihan Gubernur untuk Propinsi Sumatera Barat. Tentu saja saya tidak mau melewati kesempatan besar ini. Sebagai warga negara yang baik kita harus menggunakan hak kita sebagai pemilih dengan tujuan untuk kesejahteraan kita sebagai rakyat.

Pemilu kali ini diikuti oleh 5 kontestan, walaupun saya hanya mengenal beberapa saja tapi saya sudah memilih apa yang menurut pikiran saya itu baik yang ditunjang dari kampanye – kampanye yang diadakan sebelumnya walaupun saya juga tidak mengikutinya :Peace: .

Harapan saya sudah pasti sama dengan harapan seluruh masyarakat Sumatera Barat, khususnya yaitu tentang penanganan dana bantuan gempa 30 september 2009 kemarin yang sampai sekarang masih belum jelas kapan akan dibagikan. Banyak rumah – rumah dan kios – kios pedagang di pasar tradisional yang terkena gempa sampai sekarang belum menerima bantuan yang telah dijanjikan pemerintah sebelumnya. Untuk rumah saya sendiri setelah disurvey oleh petugas yang berwenang, mereka menyatakan bahwa kerusakan rumah saya termasuk kedalam golongan rumah rusak berat. Karena hampir setengah dari rumah saya roboh akibat gempa.

Mudah – mudahan dengan pemilu kali ini dan dengan pemerintahan yang baru nanti, permasalahan itu bisa diselesaikan dengan baik tanpa ada yang merasa dirugikan sedikitpun. Mudah – mudahan janji – janji yang diberikan oleh para kontestan pemilu bisa terealisasikan setelah mereka memimpin nanti. Amiin :)

Ternyata Kita Kecil


2010
06.26

Kita semua pasti tahu planet bumi yang kita tempati ini berada dalam satu tata surya dan tata surya tersebut berada dalam satu galaksi yang bernama Galaksi Bima Sakti. Jika kita memperhatikan dengan seksama di seluruh jagat raya ini ternyata tidak hanya galaksi bima sakti yang ada di jagat raya ini, ada yang namanya Galaksi Andromeda, Galaksi Bode, Galaksi Cartwheel dan masih banyak lagi, selengkapnya ada di sini. Seperti kita tahu satu galaksi ukurannya sangat sangat besar, dan jika dilihat dengan seksama lagi tata surya kita ini, ternyata bumi tidak lebih dari ukuran satu butir pasir yang ada di pantai :nerd .

Coba teman – teman bayangkan bumi seperti satu butir pasir di pantai dan kita sebagai penghuni bumi merupakan bagian kecil dari satu butir pasir tadi. Subhanallah…ternyata kita sangat sangat kecil, dan hanya DIA lah yang MAHA BESAR. Karena hanya DIA yang bisa mengatur alam yang sedemikian luas ini, tapi mata-NYA tidak pernah luput dari apapun yang kita kerjakan. Jika kita coba saja melihat galaksi bima sakti ini dengan alat paling canggihpun, saya jamin bumi tidak akan bisa terlihat.

Mungkin teman – teman sudah membayangkannya, lalu pertanyaannya kenapa masih saja ada rasa sombong, angkuh, paling berkuasa dan sikap – sikap seperti itu di dalam hati kita..? Padahal kita begitu kecil di mata-NYA dan hanya DIA lah satu – satunya yang MAHA BESAR.

Melewati postingan saya kali ini saya mengajak diri saya sendiri sekaligus teman – teman untuk kembali merenungkan siapa kita sebenarnya dan kemudian kita mulai memperbaiki diri kita lagi sebelum waktu kita tiba :) .

Dewasa itu seperti apa?


2010
06.17

“Kok kamu gitu sih..dewasa dikit napa…!!!” Sering kalimat seperti itu kita dengar bahkan kita ucapkan kepada seseorang yang ketika itu dia bertindak tidak berpikir dewasa menurut kita. Jujur sampai sekarang saya masih belum mengerti bahwa berpikir dewasa itu seperti apa, bersikap dan mungkin berpenampilan dewasa.

Saat ini masih banyak orang berpersepsi bahwa semakin bertambah usia seseorang berarti sejalan dengan kedewasaannya dalam berpikir dan bertindak. Tapi saya juga banyak mendengar dan membaca artikel bahwa kedewasaan seseorang tidak berbanding lurus dengan umur seseorang.

Setelah mencari – cari artikel yang tepat, ternyata saya menemukan penjelasan tentang apa itu dewasa dari sini. Walaupun setiap kita pasti punya pendapat sendiri tentang dewasa, yang pasti secara umum seseorang dikatakan telah dewasa jika dia sudah dapat berpikir, bertindak dan menghadapi segala sesuatunya dengan bijaksana.

Masalah yang masih ada sampai saat ini adalah, bagaimana merubah persepsi orang tentang kedewasaan berbanding lurus dengan usia. Bagaimana dengan ungkapan “Beliau sudah banyak merasakan asam garam kehidupan” yang otomatis artinya beliau itu sudah pasti sudah hidup lebih lama dari kita. Masalah yang lain adalah bagaimana dengan anak – anak yang masih sangat polos tapi sudah mulai berpikir dengan kritis, apakah bisa disebut dengan dewasa dini …?

Ada lagi persepsi lain tentang dewasa, ketika umur seseorang bertambah maka penampilannyapun harus mencerminkan umurnya itu. Apakah penampilan harus selalu sejalan dengan umur, misalnya ketika kita berumur 17 tahun kita masih pakai kaos oblong dan ketika berumur 20 tahun kaos oblong harus ditinggalkan dan diganti dengan kemeja. Apakah memang seperti itu seharusnya …? Kalau memang begitu berarti semakin tua seseorang maka penampilannya harus tua juga.

Rasanya mulai sekarang kita harus segera merubah persepsi – persepsi tersebut mulai dari diri kita sendiri, bahwa tingkatan umur seseorang tidak dapat mencerminkan kedewasaannya, dan cara berpakaian atau penampilan seseorangpun tidak akan dapat mencerminkan kedewasaannya.

Apakah kita sudah dewasa …?? Hanya orang – orang disekitar kita yang bisa menilai :)

Peraturan Itu Untuk Siapa?


2009
12.17

Akhirnya bisa nge-blog lagi setelah beberapa hari yang lalu disibukkan oleh kerjaan di kantor yang ga ada habisnya. Hari ini saya ingin menulis tentang kekesalan yang menjadi sebuah pertanyaan yang selalu mengganggu di pikiran saya.

Seperti yang kita ketahui, semua lembaga, organisasi, instansi bahkan pemerintahan mempunyai peraturan yang mengatur jalannya organisasi atau pemerintahan itu sendiri. Tapi yang membuat saya heran adalah mereka yang membuat peraturan dengan sanksi yang tegas malah yang lebih sering melanggar peraturan. Mungkin itu sudah menjadi hal yang biasa di negara kita ini Indonesia Raya. Tapi untuk konteks permasalahan saya ini, bisa dibilang saya kurang terima jika harus disalahkan karena mengikuti peraturan tersebut.

Kemarin saya disalahkan oleh salah satu anggota senat di tempat saya bekerja. Sebut saja Ibu “N”, Ibu “N” ini mempunyai anak bimbingan yang pada hari itu akan mengikuti Ujian Komprehensif (Ujian Sarjana). Menurut persyaratan yang ada seorang mahasiswa dibolehkan untuk mengikuti Ujian Sarjana jika persyaratan administrasi yang dia punya sudah lengkap. Kebetulan kemarin itu mahasiswa tersebut belum melengkapi persyaratan, sedangkan ujian akan dimulai dalam waktu 10 menit. Namanya juga mahasiswa apalagi dia seorang perempuan, jika sudah kepepet senjata satu-satunya adalah menangis.

Saya bilang kepada mahasiswi tersebut untuk tidak menangis karena masalah tidak akan selesai dengan menangis. Setelah saya berusaha mencari jalan keluar agar mahasiswi itu bisa mengikuti ujian, akhirnya dia bisa juga mengikuti ujian tersebut. Tapi tiba-tiba Ibu “N” memarahi saya sambil mengatakan :

Ibu “N” :”Kamu itu kenapa sih menghambat mahasiswa saya untuk ujian kompre..?? Liat itu dia jadi nangis kan…??!!!!”.

Saya : “Maaf bu, saya ga pernah menghambat mahasiswa Ibu atau dosen manapun untuk mengikuti seminar ataupun kompre, mahasiswa ibu ini belum melengkapi persyaratan administrasinya bu….”

Ibu “N” : “Alaaahhh kamu ini, banyak alasan!!!! Dia aja udah menangis kayak gitu…Tandanya kamu mempersulit dia kan???!!!”

Saya :”Bu, kemaren ini bukannya ibu sendiri yang bilang sama saya untuk tidak mengizinkan mahasiswa yang belum lengkap persyaratan administrasinya untuk  Ujian??? Kenapa pas anak bimbingan Ibu malah dibela..??? Ibu tu konsekuen donk sebagai Dosen atas peraturan yang Ibu bikin sendiri…Jangan mau enaknya aja, klo anak bimbingan dosen lain peraturan ditegakkan, tapi kalau anak bimbingan Ibu peraturan boleh dilanggar….Gimana sih….???!!!

Terbukti kalau peraturan di negara kita ini berlaku hanya untuk orang-orang yang lemah, untuk orang-orang yang memegang kekuasaan peraturan tidak berlaku….

Segalanya Berawal Dari Niat


2009
12.03

Kemarin sore saya dan dia pergi JJS aka Jalan – Jalan Sore, kebiasaan yang sudah mulai jarang kami lakukan pasca gempa yang melanda kota Padang. Beberapa hal menjadi suatu pemikiran bagi saya ketika jalan – jalan kemarin, dan baru pada saat itu saya menyadari bahwa semua pekerjaan yang kita lakukan asalkan halal dapat menjadi sangat berarti jika diawali dengan sebuah niat yang tulus.

Pertama, saya memperhatikan tukang sol sepatu karena kebetulan saya juga sekalian memperbaiki sepatu. Selintas terlihat bahwa pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang sepele, tapi coba kita pikir lagi. Seandainya kita membeli sepatu atau sendal baru, 1 bulan kemudian sepatu atau sendal itu rusak dan tidak ada tukang sol sepatu untuk memperbaikinya maka kita harus membeli sepatu atau sendal baru lagi. Bayangkan dalam 1 bulan kita membeli sepatu baru, berapa banyak uang yang harus kita keluarkan lagi padahal kebutuhan yang lebih pokok masih banyak yang belum terpenuhi. Dengan adanya tukang sol sepatu maka masalah kita telah terselesaikan dalam hal sepatu, selain itu para tukang sol sepatu juga memperoleh pendapatan yang bisa digunakan untuk menghidupi keluarganya. Terima kasih Pak tukang sol sepatu….

Kedua, saya memperhatikan tukang parkir. Setiap hari kita pasti bermobilisasi entah itu ke sekolah, kantor, kampus, pasar, mall dan lain – lain yang menggunakan kendaraan, baik itu kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Bagi kita yang memiliki kendaraan pribadi pasti jasa Bapak tukang parkir sangatlah membantu kita dalam hal memarkirkan kendaraan kita. Coba kita pikir seandainya tidak ada profesi tukang parkir ini, kita pasti akan memarkir kendaraan kita sembarangan dan akhirnya bisa mengganggu ketertiban lalu lintas yaitu menimbulkan kemacetan. Berterima kasihlah kepada para tukang parkir ini karena dengan tanggung jawab mereka, kendaraan kita akan terparkir dengan baik dan dengan tanggung jawab mereka pula kendaraan kita akan menjadi aman.

Terakhir saya memperhatikan tukang sampah. Tukang sampah yang pekerjaan sehari – harinya mengumpulkan sampah dan mengantarkannya ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sering dianggap sepele. Kita sering merasa jijik ketika kita melewati bak – bak sampah karena baunya yang menyengat. Tapi bagi para tukang sampah itu bukan alasan untuk tidak mengumpulkan sampah – sampah tersebut. Jika tidak ada tukang sampah maka lingkungan tempat kita tinggal, sekolah, kampus maupun kantor akan selalu kotor dipenuhi sampah, dan akhirnya kitapun akan merasa sangat tidak nyaman. Berterima kasihlah kepada para tukang sampah ini karena telah membantu membersihkan lingkungan kita, selain itu kita bantu mereka dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau ingin buang sampah sembarangan coba bayangkan dulu kita menjadi tukang sampah, apakah sanggup mengerjakan pekerjaan itu…???

Ternyata sebuah pekerjaan kecil dan sepele akan menjadi sangat berharga jika dilakukan dengan niat baik dan tulus. Apakah kita berniat baik dalam mengerjakan pekerjaan kita…???

PNS dan Dilemanya


2009
11.19

Pegawai Negeri Sipil atau biasa kita sebut PNS, saat ini menjadi suatu tujuan prioritas dari para pencari kerja. Berbagai macam alasan mereka kemukakan mengapa memilih menjadi PNS, salah satunya adalah ketetapan pekerjaan yang akan mereka dapatkan sampai umur membatasi mereka bekerja hingga akhirnya pensiun.

Pada saat ini di kota Padang berbagai macam formasi untuk menjadi PNS sedang dibuka dan para pencari kerjapun berbondong – bondong mengirim lamaran ke salah satu Kabupaten atau Kotamadya yang ada di Sumatera Barat sesuai dengan pendidikan terakhir yang mereka punya.

Namun sangat disayangkan perbandingan jumlah pelamar dengan formasi yang tersedia sangat signifikan perbedaannya. Bayangkan saja 1000 orang pelamar memperebutkan 1 formasi untuk jurusan Teknologi Pertanian di salah satu Kabupaten di Sumatera Barat. Sungguh sangat kecil kemungkinan untuk mendapatkannya walaupun memang kesempatan selalu ada.

Tapi apakah ini tidak menjadi suatu pemikiran bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi khususnya. Tidak adakah cara lain untuk membuka lapangan pekerjaan untuk para pencari kerja yang jumlahnya hampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia. Atau mungkin semacam pelatihan keterampilan agar mereka (termasuk saya) bisa berwirausaha.

Selain itu, kebobrokan – kebobrokan yang telah disandang oleh PNS tidak menjadi suatu halangan yang berarti bagi para pelamar. Sungguh sangat dilematis. PNS dicaci, dimaki tapi sangat dicari.  :cd:

Hikmah Di Balik Gempa


2009
11.10

Sudah hampir  2 bulan Gempa yang mengguncang Sumatera Barat berlalu. Kota Padang masih berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya, walaupun bekas – bekas reruntuhan masih terlihat dimana – mana. Namun duka itu masih belum juga hilang karena gempa itu masih saja berlangsung sampai saat ini walaupun dengan skala yang kecil, tapi cukup membuat trauma itu datang lagi.

Sayapun yang pada waktu kejadian itu sedang berada disalah satu pusat perbelanjaan di kota Padang, masih sangat trauma khususnya trauma berada pada gedung bertingkat. (more…;)