Posted by admin Posted on Sep - 05 - 2010

Dimanakah Sebuah Hati Nurani?

Apa yang terlintas di hati teman-teman ketika melihat di sejumlah stasiun TV berita-berita tentang pembagian zakat/sembako baru-baru ini…? Mungkin miris, sedih, marah dan kecewa. Seperti itulah yang saya rasakan ketika melihat potret bangsa ini yang semakin terpuruk dalam kemiskinan dan kemelaratan. Semakin terpuruk sehingga yang hanya bisa dilakukan adalah menengadahkan tangan kepada orang-orang yang mau sedikit berbelas kasih kepada mereka.

Kita semua semakin sedih dan kecewa, ketika hampir seluruh rakyat di negara ini masuk kedalam jurang kemiskinan, maka ketika itu juga para wakil rakyat berlomba-lomba menghambur-hamburkan harta benda mereka untuk sesuatu yang sangat tidak bermanfaat. Apakah mereka tidak sedikitpun tersentuh hatinya melihat beribu orang miskin antri dan berdesakan hanya untuk demi mendapatkan zakat senilai Rp 50.000,- ??

Dimanakah sebuah hati nurani itu…?? Apakah memang para wakil rakyat sudah bebal dan memilih menutup mata terhadap kenyataan bangsa ini…?? Sehingga yang ada di pikiran mereka hanya memperkaya diri dan keluarganya. Mungkin seharusnya para wakil rakyat ketika dilantik harus mengubah sumpahnya dengan “tiada tuhan selain uang yang akan selalu kami sembah dan akan kami dapatkan bagaimanapun itu caranya

Jika membunuh itu dihalalkan dalam Islam, maka saya akan membunuh dan menguliti kalian yang mengaku para wakil rakyat yang telah mengingkari janji kalian kepada ALLAH dan bangsa ini.

Categories: Life

59 Responses so far.

  1. fitr4y says:

    Pagi Ai …

    Masih mending Rp. 50.000, kemaren di tv diliatin pembagian yg cuma Rp. 15.000.

    Yang miskin gak punya pilihan, yang kaya semakin pongah memamerkan keberadaan mereka .

  2. admin says:

    @Fitray
    pagiii….
    entahlah…kehabisan kata2 utk menggambarkan org2 yg hasu dg harta :cd

  3. Inilah gambaran suram kehidupan masyarakat kita yang masih miskin dan tertinggal, entahlah sampai kapan masyarakat kita akan lebih maju dan berbudaya, oh ya mBak Ai, mkasih ya link saya udah dipasang skalian mohon maaf lahir dan batin he he he walau belum lebaran tpi gpp deh saling meminta maaf :sungkem

  4. keblug says:

    Ai sudah zakat? :)

  5. si~j@ya says:

    Nince info … semakin jelas negeri kita ‘carut marut dan kian terpuruk,
    namun terlepas dari semua itu – akan kah kita berpangku tangan? Marilah kita berperan sekecil apapun menuju ke arah perubahan yg lebih baik … :)

  6. penghuni60 says:

    yg miskin makin miskin yg kaya makin gila

  7. Haeruna says:

    caranya ga tepat… :(

  8. arif says:

    semoga wakil rakyat cepat sembuh

  9. admin says:

    @tembang lawas
    entah kapan kita bisa lepas dari yg namanya memminta minta :mewek
    mohon maaf lahir bathin juga :)

    @keblug
    pengen banget zakat….tapi blom ada pendapatan…gmn dunk :mewek

    @si~j
    peran apa yg bisa kita lakukan demi membangkitkan bangsa yg sudah erpuruk terlalu jauh ini…?? :mewek

    @penghuni60
    yang kaya dah ga tau diri…yg miskin makin menderita :mewek

    @haeruna
    emang sih cara pembagiannya kurang tepat….

    @arif
    sembuh dari apa…?? penyakit ketergantungan terhadap uang…??

  10. M Mursyid PW says:

    He he he, sebegitu marahnya Ai pada para wakil rakyat.
    Sehina-hinanya orang adalah orang yang sukanya hanya diberi. Saya sendiri heran mengapa sedemikian banyaknya orang berkumpul untuk ngantri setiap ada orang berbagi rezeki. Apakah ini benar2 karena terpaksa ataukah ini sudah jadi bagian dari kultur bangsa kita? Hemmmmh!

  11. hendri says:

    jawaban dari masalah di atas ada 2, mari kita pilih:

    - REVOLUSI
    - SEPARASI

    dua duanya punya resiko, tapi yakinlah akan lebih baik dari hari ini, jika salah satu proses berhasil… :iloveindonesia :iloveindonesia

  12. Yang lebih menyedihlkan lagi tentu saja cara yang dilakukan oleh para pemilik harta seperti Pak Haji, Pak pengusaha, dll. Kenapa sih harus mengundang orang kerumahnya untuk mengambil zakat,….berapa banyak sih yang akan dibagi ? terus siapa yang bertanggung jawab bila ada yang tidak dapat,.atau meninggal ? Kenapa harus Pamer, kenapa harus minta dipuji ? kenapa tidak mengalah untuk berkunjung silaturahmi ke si miskin sambil memberikan saudakoh, gensikah ? tidak pantaskah ? Buat apa beribadah dengan uang kalau hanya untuk Pamer. Belikan saja uang itu untuk beli mercon, pasang di lapangan, semua orang pasti dengar, gak miskin, gak kaya. Kadang kita habis kata-kata untuk coment soal yang satu ini. Kenapa ? kenapa ? Terlalu sering, terlalu banyak, terlalu diulang-ulang,….subhanallah.

  13. admin says:

    @M. Mursyid
    gmn ya pak…masalahnya dah kompleks banget, ga tau yg mana yg salah jadinya….tp ttp aja dimana2 pasti pemimpin yg disalahkan, karena pemimpin itulah yang bertanggung jawab atas kebaikan dan keburukan pengikutnya…

    @hendri
    ravolusi sampe ke akar2nya….potong generasi klo bisa

    @teguh
    itulah pak….yang kaya pengennya pamer2 kekayaan, yg miskin pengennya selalu diberi…. Iman dan Ilmu yang dah hilang kyknya pak…

  14. Daun Muda says:

    Gilee… bnyak amat yang ngantri tuh…

  15. Goesti says:

    :bingung wah artikel yg berat mba ai…

  16. Demi uang, harga diri bangsa pun terinjak, apalagi jika jadi anggota dewan gara2 money politik, pasti makin nggak peduli sama rakyat kecil..

  17. Cloud says:

    wah banyak kali.. itu satu kelurahan pa?? -____-” kesian ya.. padahal emas di Papua di buang buang di amerika… -___-

  18. 'Ne says:

    miris tentu saja.. melihat betapa ironisnya Indonesia..

  19. ocky fajzar says:

    :) untuk sementara kita cuma bisa berdoa, semoga hal begini gak lagi terjadi

  20. Komputer tips says:

    emang dimana ya non disimpenya hati nurani itu aku kok cari gak ketemu ketemu ya…apa ilang ya dibawa maling tetangga sebelah…

  21. r10 says:

    kalo gedung dpr bocor yah paling tdk itu artinya bisa merasakan penderitaan rakyat yg rumahnya juga bocor :D

    kalo gedungnya mewah , mana bisa merasakan penderitaan rakyat :mewek

  22. darahbiroe says:

    kasihan banget yaw
    demi uang yang tidak seberapa rela panas dan berdesak-desakan gitu

  23. tomi says:

    ia mba saya juga miris… rencana bagi² sembako ehh malah pada brutal.. kasihan yg lihat.. seharusnya panitia bisa membagi dengan adil dan dengan cara yg teratur…

  24. kampus blog says:

    lebih baik gak usah bagi sembako/zakat kalau malah hasilnya brutal kayak gitu.. kasihan melihat ibu² dan anak² yg saling dorong mendoorong :mewek :matabelo

  25. admin says:

    @ALL
    sebenernya pemerintah bisa sedikit demi sedikit mengurangi angka kemiskinan… :
    1. uang utk membuat gedung DPR yang baru dialihkan saja utk membuka lapangan kerja
    2. gubernur yg bikin kartu lebaran senilai 1,5 milyar itu jg bisa dijadiin modal usaha kecil dan menengah
    3. para koruptor bolehlah dihukum 2 tahun penjara, tapi dendanya 5x lipat dari dana korupsinya, dana itu bisa dijadikan modal utk pendidikan bangsa ini

    bangsa ini ga akan terpuruk dlm jurang kemiskinan terlalu lama jika pendidikan dpt dijangkau seluruh masyrakat tanpa kecuali ditambah lapangan pekerjaan..

    sayang pemerintah lebih mikirin “bank saku” mereka sendiri

  26. indam says:

    saya turut sedih atas kejadian itu, ya semoga saja bangsa kita dapat manjadi bangsa yang besar nantinya.

  27. Aldy says:

    Ai, saya tunggu ai menguliti para anggota dewan :D

  28. Sempulur says:

    DPR adalah Wakil rakyat dalam rangka mewakili rakyatnya untuk mengeruk harta demi kepentingan perut dan keluarganya sendiri…
    Pemerintah memberikan perintahnya untuk memerangi si “miskin” bukan mengentaskan orang-orang miskin.

    Solusinya yang merasa peduli dengan rakyat miskin harus berani berbuat dan bertanggung jawab dan bukan hanya berkoar….betul?!

  29. azka says:

    ITULAH INDONESIA…
    dah ga kaget.hehehe
    salam

  30. Pakde Cholik says:

    sekolah, bekerja dan ibadahlah dengan baik agar tak miskin nduk.
    Alhamdulillah saya sudah kaya, saya syukuri apa yang saya miliki sekarang.
    salam sayank selalu

  31. dida says:

    aku suka sedih uni kalau lihat berita di tv… jadinya baca buku saja ^^ bukannya ga peduli, tapi mengalihkan kegiatan dari bersedih2 ria menjadi do something better

  32. heny says:

    saat ini gue cm bs ikut prihatin dengan keadaan “bangsa kita” ai…. dan berjanji dalam hati… tidak akan melakukan hal serupa seperti mereka2 yg telah men-DEWA-kan uang demi kepentingan pribadi.

    jika saja dana rencana “pembangunan gedung DPR yg berkisar 1.6 T” itu di bagikan ke rakyat yg kurang mampu…. mungkin para pejabat akan mempunyai “image” yg lebih baik di mata masyarakat.

  33. sibair says:

    emang ni DPR udah kelewatan deh.. kadang sampe ngerasa klo kita ni hidup di dunia mimpi…serba gak masuk akal deh.. :D

  34. sibair says:

    aiii tukeran link ya :thumbup

  35. admin says:

    @indam
    kita cuma bisa berdoa seperti itu…..

    @aldy
    kalo halal sudah dari dulu kali pak… :D

    @sempulur
    yah…sayangnya bangsa ini sudah di doktrin dari dulu untuk banyak bicara dan sedikit bekerja… :cd

    @azka
    jujur…kadang saya malu jadi orang indonesia :mewek

    @pak de
    alhamdulilah jg ai dah bisa sekolah, beribadah n bekerja… selalu bersyukur dg apa yg kita dapatkan ya pak de…. semoga pak de ga berubah…amiin :2thumbup

    @dida
    mgkn kebanyakan org jg berusaha utk mencari kesibukan sendiri agar tidak selalu bersedih melihat bangsa ini yg lambat tapi pasti menuju ambang kehancuran…. :mewek

    @heny
    sayangnya para pejabat pengennya namanya lebih buruk di mata masyarakat… :cd

  36. dhebu says:

    miris memang..
    melihat kebalikan,,disatu sisi orang menghambur-hamburkan..disatu sisi untuk makan saja susah bgt nyarinya…
    sepertinya negara ini harus banyak berbenah..

  37. julicavero says:

    hati nurani??udah hilang dari dulu,,dari semenjak reformasi..ternyata pun berakibat pada semuanya…orang pada tambah egois…parah…. :cd

  38. sakti says:

    ih, sadis banget, mau dikuliti beneran? tapi sakti setuju, kulit mereka terus dijahit dan dibikin jaket, tapi apa ada yang mau beli ya?

  39. helmijo says:

    para wakil kita di senayan sana malah mw bikin gedung & failitas mewahnya
    gimana nasib rakyat miskinnya?
    *weleh-weleh . . . .

  40. cahayabali says:

    hay mbk ai….kunjungan balik

    ngak bisa dipungkiri memang..negeri ini belum merdeka dari kemiskinan…miris :(

  41. z4nx says:

    dari atas sampai bawah blum mandiri..meminta itu udah gak malu..dipuja jadi hal yang diinginkan

  42. orange float says:

    kadang sampai ada korban nyawa padahal uang yang diperoleh ngak seberapa banyak.

    pejabatnya pada sibuk memperkaya diri sendiri,lupa sama rakyatnya yang sudah memberika kepercayaan

  43. hakkyrohman says:

    kasian banget ya, cuma gara2 uang segitu orang rela desek2 an bahkan keinjek-injek, mudah2 an kedepan pengelola atau pemberi zakat bisa lebih baik lagi dalam mengelola dan membagikan zakat.

  44. diansahid says:

    miris, tapi y alhamdulillah , masih lebih baik keadaanya daripada keadaan di negara lain seperti palestina atau afrika.

  45. Arie Iswadi says:

    emang parah, sekulerisme kapitalis udah menggerus habis nurani penguasa dan rakyat, sistem bobrok sarat kecacatan dan kaya kepalsuan taring-taring berdarah kaum borjuis memang gak layak di negeri yang indah nan damai ini… di hari yang fitri ini sambut kemenangan.. Mohon Maaf Lahir dan batin… :shakehand2

  46. cenya95 says:

    You are the best !
    Nice post !
    superbighug

  47. Apa yg terjadi terjadilah…
    Kita protect diri kita dan keluarga kita untuk tidak jadi peminta-minta.
    Kalau bisa jadi pemberi..
    Ngomongin dewan terus gak ada abis2nya..:hotrit

  48. Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi,
    Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa,
    Dalam kelembutan lidah ada juga keterlanjuran kata,
    Dalam gurau tentu ada ikhlaf dan dosa,
    Segenap Keluarga Besar Indra Kusuma Sejati dan “Ejawantah’s Blog”
    Mengucapkan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H / 2010 M
    Taqobbalallahu minna wa minkumMohon
    Maaf Lahir Dan Batin

  49. Selamat malam, Sahabat BURUNG HANTU …
    Semoga limpahan rahmat Tuhan selalu tercurah dalam kehidupan Sahabat semua …

    Sehubungan dengan Blog Competition Beswan Djarum yg sedang Denuzz ikuti, Denuzz mohon kesedian Sahabat meluangkan sedikit waktu untuk bisa memberikan komentar di 3 artikel ini:

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/eksperimen-mematikan-bersama-djarum-beasiswa-plus/

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/uh-untuk-apa-jadi-beswan-djarum/

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/beswan-di-tengah-belantara-fana/

    Komentar menjadi poin penilaian yang cukup besar dalam kompetisi …

    Selain itu Denuzz harap Sahabat berkenan untuk memberikan vote di
    http://www.beswandjarum.com/blogcompetition/
    Tinggal klik “SUKA” pada blog atas nama DENUS HERUWANDA …

    Denuzz ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesedian Sahabat narablog …

    Be a happy blogger! …
    Salam BURUNG HANTU …

  50. Codet says:

    Pemandangan miris. Btw, minal aidin wal faidzin.


[+] kaskus emoticons nartzco

Sponsors

  • Cheap reliable web hosting from WebHostingHub.com.
  • Domain name search and availability check by PCNames.com.
  • Website and logo design contests at DesignContest.net.
  • Reviews of the best cheap web hosting providers at WebHostingRating.com.