Apa yang terlintas di hati teman-teman ketika melihat di sejumlah stasiun TV berita-berita tentang pembagian zakat/sembako baru-baru ini…? Mungkin miris, sedih, marah dan kecewa. Seperti itulah yang saya rasakan ketika melihat potret bangsa ini yang semakin terpuruk dalam kemiskinan dan kemelaratan. Semakin terpuruk sehingga yang hanya bisa dilakukan adalah menengadahkan tangan kepada orang-orang yang mau sedikit berbelas kasih kepada mereka.
Kita semua semakin sedih dan kecewa, ketika hampir seluruh rakyat di negara ini masuk kedalam jurang kemiskinan, maka ketika itu juga para wakil rakyat berlomba-lomba menghambur-hamburkan harta benda mereka untuk sesuatu yang sangat tidak bermanfaat. Apakah mereka tidak sedikitpun tersentuh hatinya melihat beribu orang miskin antri dan berdesakan hanya untuk demi mendapatkan zakat senilai Rp 50.000,- ??
Dimanakah sebuah hati nurani itu…?? Apakah memang para wakil rakyat sudah bebal dan memilih menutup mata terhadap kenyataan bangsa ini…?? Sehingga yang ada di pikiran mereka hanya memperkaya diri dan keluarganya. Mungkin seharusnya para wakil rakyat ketika dilantik harus mengubah sumpahnya dengan “tiada tuhan selain uang yang akan selalu kami sembah dan akan kami dapatkan bagaimanapun itu caranya”
Jika membunuh itu dihalalkan dalam Islam, maka saya akan membunuh dan menguliti kalian yang mengaku para wakil rakyat yang telah mengingkari janji kalian kepada ALLAH dan bangsa ini.









Pagi Ai …
Masih mending Rp. 50.000, kemaren di tv diliatin pembagian yg cuma Rp. 15.000.
Yang miskin gak punya pilihan, yang kaya semakin pongah memamerkan keberadaan mereka .
@Fitray
pagiii….
entahlah…kehabisan kata2 utk menggambarkan org2 yg hasu dg harta
Inilah gambaran suram kehidupan masyarakat kita yang masih miskin dan tertinggal, entahlah sampai kapan masyarakat kita akan lebih maju dan berbudaya, oh ya mBak Ai, mkasih ya link saya udah dipasang skalian mohon maaf lahir dan batin he he he walau belum lebaran tpi gpp deh saling meminta maaf
Ai sudah zakat?
Nince info … semakin jelas negeri kita ‘carut marut dan kian terpuruk,
namun terlepas dari semua itu – akan kah kita berpangku tangan? Marilah kita berperan sekecil apapun menuju ke arah perubahan yg lebih baik …
yg miskin makin miskin yg kaya makin gila
caranya ga tepat…
semoga wakil rakyat cepat sembuh
@tembang lawas

entah kapan kita bisa lepas dari yg namanya memminta minta
mohon maaf lahir bathin juga
@keblug
pengen banget zakat….tapi blom ada pendapatan…gmn dunk
@si~j
peran apa yg bisa kita lakukan demi membangkitkan bangsa yg sudah erpuruk terlalu jauh ini…??
@penghuni60
yang kaya dah ga tau diri…yg miskin makin menderita
@haeruna
emang sih cara pembagiannya kurang tepat….
@arif
sembuh dari apa…?? penyakit ketergantungan terhadap uang…??
He he he, sebegitu marahnya Ai pada para wakil rakyat.
Sehina-hinanya orang adalah orang yang sukanya hanya diberi. Saya sendiri heran mengapa sedemikian banyaknya orang berkumpul untuk ngantri setiap ada orang berbagi rezeki. Apakah ini benar2 karena terpaksa ataukah ini sudah jadi bagian dari kultur bangsa kita? Hemmmmh!
jawaban dari masalah di atas ada 2, mari kita pilih:
- REVOLUSI
- SEPARASI
dua duanya punya resiko, tapi yakinlah akan lebih baik dari hari ini, jika salah satu proses berhasil…

Yang lebih menyedihlkan lagi tentu saja cara yang dilakukan oleh para pemilik harta seperti Pak Haji, Pak pengusaha, dll. Kenapa sih harus mengundang orang kerumahnya untuk mengambil zakat,….berapa banyak sih yang akan dibagi ? terus siapa yang bertanggung jawab bila ada yang tidak dapat,.atau meninggal ? Kenapa harus Pamer, kenapa harus minta dipuji ? kenapa tidak mengalah untuk berkunjung silaturahmi ke si miskin sambil memberikan saudakoh, gensikah ? tidak pantaskah ? Buat apa beribadah dengan uang kalau hanya untuk Pamer. Belikan saja uang itu untuk beli mercon, pasang di lapangan, semua orang pasti dengar, gak miskin, gak kaya. Kadang kita habis kata-kata untuk coment soal yang satu ini. Kenapa ? kenapa ? Terlalu sering, terlalu banyak, terlalu diulang-ulang,….subhanallah.
@M. Mursyid
gmn ya pak…masalahnya dah kompleks banget, ga tau yg mana yg salah jadinya….tp ttp aja dimana2 pasti pemimpin yg disalahkan, karena pemimpin itulah yang bertanggung jawab atas kebaikan dan keburukan pengikutnya…
@hendri
ravolusi sampe ke akar2nya….potong generasi klo bisa
@teguh
itulah pak….yang kaya pengennya pamer2 kekayaan, yg miskin pengennya selalu diberi…. Iman dan Ilmu yang dah hilang kyknya pak…
Gilee… bnyak amat yang ngantri tuh…
Demi uang, harga diri bangsa pun terinjak, apalagi jika jadi anggota dewan gara2 money politik, pasti makin nggak peduli sama rakyat kecil..
wah banyak kali.. itu satu kelurahan pa?? -____-” kesian ya.. padahal emas di Papua di buang buang di amerika… -___-
miris tentu saja.. melihat betapa ironisnya Indonesia..
emang dimana ya non disimpenya hati nurani itu aku kok cari gak ketemu ketemu ya…apa ilang ya dibawa maling tetangga sebelah…
kalo gedung dpr bocor yah paling tdk itu artinya bisa merasakan penderitaan rakyat yg rumahnya juga bocor
kalo gedungnya mewah , mana bisa merasakan penderitaan rakyat
kasihan banget yaw
demi uang yang tidak seberapa rela panas dan berdesak-desakan gitu
ia mba saya juga miris… rencana bagi² sembako ehh malah pada brutal.. kasihan yg lihat.. seharusnya panitia bisa membagi dengan adil dan dengan cara yg teratur…
lebih baik gak usah bagi sembako/zakat kalau malah hasilnya brutal kayak gitu.. kasihan melihat ibu² dan anak² yg saling dorong mendoorong

@ALL
sebenernya pemerintah bisa sedikit demi sedikit mengurangi angka kemiskinan… :
1. uang utk membuat gedung DPR yang baru dialihkan saja utk membuka lapangan kerja
2. gubernur yg bikin kartu lebaran senilai 1,5 milyar itu jg bisa dijadiin modal usaha kecil dan menengah
3. para koruptor bolehlah dihukum 2 tahun penjara, tapi dendanya 5x lipat dari dana korupsinya, dana itu bisa dijadikan modal utk pendidikan bangsa ini
bangsa ini ga akan terpuruk dlm jurang kemiskinan terlalu lama jika pendidikan dpt dijangkau seluruh masyrakat tanpa kecuali ditambah lapangan pekerjaan..
sayang pemerintah lebih mikirin “bank saku” mereka sendiri
saya turut sedih atas kejadian itu, ya semoga saja bangsa kita dapat manjadi bangsa yang besar nantinya.
Ai, saya tunggu ai menguliti para anggota dewan
DPR adalah Wakil rakyat dalam rangka mewakili rakyatnya untuk mengeruk harta demi kepentingan perut dan keluarganya sendiri…
Pemerintah memberikan perintahnya untuk memerangi si “miskin” bukan mengentaskan orang-orang miskin.
Solusinya yang merasa peduli dengan rakyat miskin harus berani berbuat dan bertanggung jawab dan bukan hanya berkoar….betul?!
ITULAH INDONESIA…
dah ga kaget.hehehe
salam
sekolah, bekerja dan ibadahlah dengan baik agar tak miskin nduk.
Alhamdulillah saya sudah kaya, saya syukuri apa yang saya miliki sekarang.
salam sayank selalu
aku suka sedih uni kalau lihat berita di tv… jadinya baca buku saja ^^ bukannya ga peduli, tapi mengalihkan kegiatan dari bersedih2 ria menjadi do something better
saat ini gue cm bs ikut prihatin dengan keadaan “bangsa kita” ai…. dan berjanji dalam hati… tidak akan melakukan hal serupa seperti mereka2 yg telah men-DEWA-kan uang demi kepentingan pribadi.
jika saja dana rencana “pembangunan gedung DPR yg berkisar 1.6 T” itu di bagikan ke rakyat yg kurang mampu…. mungkin para pejabat akan mempunyai “image” yg lebih baik di mata masyarakat.
emang ni DPR udah kelewatan deh.. kadang sampe ngerasa klo kita ni hidup di dunia mimpi…serba gak masuk akal deh..
aiii tukeran link ya
@indam
kita cuma bisa berdoa seperti itu…..
@aldy
kalo halal sudah dari dulu kali pak…
@sempulur
yah…sayangnya bangsa ini sudah di doktrin dari dulu untuk banyak bicara dan sedikit bekerja…
@azka
jujur…kadang saya malu jadi orang indonesia
@pak de
alhamdulilah jg ai dah bisa sekolah, beribadah n bekerja… selalu bersyukur dg apa yg kita dapatkan ya pak de…. semoga pak de ga berubah…amiin
@dida
mgkn kebanyakan org jg berusaha utk mencari kesibukan sendiri agar tidak selalu bersedih melihat bangsa ini yg lambat tapi pasti menuju ambang kehancuran….
@heny
sayangnya para pejabat pengennya namanya lebih buruk di mata masyarakat…
miris memang..
melihat kebalikan,,disatu sisi orang menghambur-hamburkan..disatu sisi untuk makan saja susah bgt nyarinya…
sepertinya negara ini harus banyak berbenah..
hati nurani??udah hilang dari dulu,,dari semenjak reformasi..ternyata pun berakibat pada semuanya…orang pada tambah egois…parah….
ih, sadis banget, mau dikuliti beneran? tapi sakti setuju, kulit mereka terus dijahit dan dibikin jaket, tapi apa ada yang mau beli ya?
para wakil kita di senayan sana malah mw bikin gedung & failitas mewahnya
gimana nasib rakyat miskinnya?
*weleh-weleh . . . .
hay mbk ai….kunjungan balik
ngak bisa dipungkiri memang..negeri ini belum merdeka dari kemiskinan…miris
dari atas sampai bawah blum mandiri..meminta itu udah gak malu..dipuja jadi hal yang diinginkan
kadang sampai ada korban nyawa padahal uang yang diperoleh ngak seberapa banyak.
pejabatnya pada sibuk memperkaya diri sendiri,lupa sama rakyatnya yang sudah memberika kepercayaan
kasian banget ya, cuma gara2 uang segitu orang rela desek2 an bahkan keinjek-injek, mudah2 an kedepan pengelola atau pemberi zakat bisa lebih baik lagi dalam mengelola dan membagikan zakat.
miris, tapi y alhamdulillah , masih lebih baik keadaanya daripada keadaan di negara lain seperti palestina atau afrika.
emang parah, sekulerisme kapitalis udah menggerus habis nurani penguasa dan rakyat, sistem bobrok sarat kecacatan dan kaya kepalsuan taring-taring berdarah kaum borjuis memang gak layak di negeri yang indah nan damai ini… di hari yang fitri ini sambut kemenangan.. Mohon Maaf Lahir dan batin…
You are the best !
Nice post !
superbighug
Apa yg terjadi terjadilah…
Kita protect diri kita dan keluarga kita untuk tidak jadi peminta-minta.
Kalau bisa jadi pemberi..
Ngomongin dewan terus gak ada abis2nya..
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi,
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa,
Dalam kelembutan lidah ada juga keterlanjuran kata,
Dalam gurau tentu ada ikhlaf dan dosa,
Segenap Keluarga Besar Indra Kusuma Sejati dan “Ejawantah’s Blog”
Mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H / 2010 M
Taqobbalallahu minna wa minkumMohon
Maaf Lahir Dan Batin
Selamat malam, Sahabat BURUNG HANTU …
Semoga limpahan rahmat Tuhan selalu tercurah dalam kehidupan Sahabat semua …
Sehubungan dengan Blog Competition Beswan Djarum yg sedang Denuzz ikuti, Denuzz mohon kesedian Sahabat meluangkan sedikit waktu untuk bisa memberikan komentar di 3 artikel ini:
http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/eksperimen-mematikan-bersama-djarum-beasiswa-plus/
http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/uh-untuk-apa-jadi-beswan-djarum/
http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/beswan-di-tengah-belantara-fana/
Komentar menjadi poin penilaian yang cukup besar dalam kompetisi …
Selain itu Denuzz harap Sahabat berkenan untuk memberikan vote di
http://www.beswandjarum.com/blogcompetition/
Tinggal klik “SUKA” pada blog atas nama DENUS HERUWANDA …
Denuzz ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesedian Sahabat narablog …
Be a happy blogger! …
Salam BURUNG HANTU …
Pemandangan miris. Btw, minal aidin wal faidzin.