Posted by admin Posted on May - 22 - 2008

Pemborosan demi sebuah Gengsi

Saya menghadiri sebuah presentasi alat kemarin di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Univrsitas Andalas. Alat yang dipresentasikan adalah sebbuah alat untuk memproses fermentasi yaitu Fermentor. Seorang expert dari Jepang mempresentasikan alat tersebut mulai dari cara merangkai sampai dengan prinsip kerja alat tersebut, terlihat dari prinsip kerjanya dapat disimpulkan bahwa alat ini sangat – sangat rumit cara kerjanya, apalagi ditambah dengan diketahui bahwa harga alat trsebut adalah 650 juta (didapat dari sumbr yang dapat dipercaya).

Menurut saya mahasiswa tidak akan mungkin menggunakan alat ini, karena pertama harganya terlalu mahal jadi mahasiswa takut memakainya, karena bila terjadi sedikit saja kerusakan maka mahasiswa tersebut harus mengganti alat itu. Lagipula mata kuliah yang beruhubungan dengan fermentasi ini sangat sedikit dan mahasiswa yang mengambil judul skripsi yang berhubungan dengan fermentasi ini juga jarang (Hasil survey saya selama masih kuliah).

Saya kaget juga ketika si expert mengatakan bahwa di indonesia alat ini cuma ada di 5 tempat yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada dan Universitas Andalas. Muncul berbagai pertanyaan di otak saya, apakah alat ini memberikan manfaat bagi insan akademik ataukah hanya gengsi semata…?

650 juta bukanlah angka yang sedikit untuk membeli sebuah alat yang notabene hanya sebuah rangkain besi ditambah beberapa sensor dan sebuah software untuk menjalankannya, tapi…pertanyaan besar untuk petinggi Universitas Andalas (UNAND), apa sebaiknya dana sebanyak itu disalurkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UNAND…? Karena standar kualitas pendidikan di Indonesia ini masih sangat minim. Sudah terlalu jauh Indonesia tertinggal daripada negara – negara yang dulunya di bawah Indonesia dalam hal pendidikan.

Kenapa disaat – saat krisis seperti ini masih banyak juga orang – orang yang mengaku dirinya pendidik tapi malah membuang – buang uang hanya demi kepentingan gengsi semata..? Bukankah untuk membuat UNAND dianggap sebagai Universitas Bonafit di Indonesia harusnya meningkatkan akreditas masing – masing jurusannnya…? Bukannya malah membeli alat dengan harga ratusan juta kemudian dipakai hanya untuk pameran saja.

Saya benar – benar prihatin dengan keadaan pendidikan di Indonesia ini. Tidak adanya perhatian dari semua pihak mengenai pendidikan, yang hanya dipikirkan cuma gengsi, gengsi dan gengsi….

Satu harapan bagi Ibu Pertiwi ini… Majulah Indonesiaku

Categories: Gado - gado

7 Responses so far.

  1. Arie says:

    aaaaaaaaaaaaaa………

    kok sepi gini ya tampilannya
    paling tidak kasi header yg mencerminkan pokok bahasan yg pengen dikupas ataw bisa mencerminkan sifat blog itu sendiri
    hhehehe

    first post coment…

  2. Ikkyu_san says:

    Setuju banget dengan pemikiran kamu Ai.
    Kadang orang Indonesia hanya pikir gengsi, tanpa melihat ada tidak manfaatnya. Dan itu sampai ke level masyarakat biasa kok. Misalnya banyak orang yang rela buang uang untuk membeli barang bermerek, padahal ada barang yang sama tapi tidak bermerek dgn mutu bagus harga murah. Memang ada beberapa barang yang lebih baik membeli merek, tapi kalau untuk baju atau tas aja…apa manfaatnya sih?

  3. admin says:

    IYa neh heran juga sama kebiasaan bangsa kita ini, lebih mementingkan gengsi daripada kualitas dan kuantitas yang akan didapat…makacih dah komen yah ^^

  4. tsaa10 says:

    wah.. baru tau ada alat fermentasi semahal itu… ckckck…
    nti jajal ah make tuh fermentator… :Peace:

  5. rainnot wisanggeni says:

    salam kenal untuk teman2……skalian, saya ingin melihat kasus ini dari segi yang lain yaitu pemanfaatan teknologi yang maju untuk teman2 mahasiswa. jika benar ini alat ini hanya ada 5 di indonesia, sebetulnya para akademisi senior harus memperkenalkan alat ini ke teman mahasiswa, sehingga teman2 dapat menggunakan sampai mumpuni. penggunaan alat harus di temani dengan laboran yang ahli dengan begitu mampu meminimalkan adanya human error. dengan begitu kedepan dapat tercipta orang yang profesional yang expert tidak hanya teori melulu tetapi juga implementasi langsung dilapang..

    salam sukses

    growing by giving

  6. admin says:

    @rainnot
    sayangnya alat ini dibeli hanya untuk dijadikan pajangan….pelatihan yg harusnya diberikan kepada para laboran snagat tidak maksimal…sehingga menurut pengakkuan para laboran, mereka terlalu takut untuk menggunakannya krn sistem yg sangat kompleks….

  7. h,MMMM says:

    hmmmmp,kebetulan saya mahasiswa THP UNAND….
    betul bgt yg k2k blg klo harga fermentor tersebut sangat mahal dan sangat ditakuti oleh mahasiswa jikalau berbuat kesalahan sedikit saja pd alat tersebut….
    kemaren kami dibimbing oleh dosen untuk mengenal langsung alat tersebut, dan saya serta teman2 yg lain kaget sama harga dr alat itu….dan tdk ada satu pun tman2 yg berani untuk lebih dekat dg fermentor tersebut kak…… ^^


[+] kaskus emoticons nartzco

Sponsors

  • Cheap reliable web hosting from WebHostingHub.com.
  • Domain name search and availability check by PCNames.com.
  • Website and logo design contests at DesignContest.net.
  • Reviews of the best cheap web hosting providers at WebHostingRating.com.