Akhirnya bisa nge-blog lagi setelah beberapa hari yang lalu disibukkan oleh kerjaan di kantor yang ga ada habisnya. Hari ini saya ingin menulis tentang kekesalan yang menjadi sebuah pertanyaan yang selalu mengganggu di pikiran saya.
Seperti yang kita ketahui, semua lembaga, organisasi, instansi bahkan pemerintahan mempunyai peraturan yang mengatur jalannya organisasi atau pemerintahan itu sendiri. Tapi yang membuat saya heran adalah mereka yang membuat peraturan dengan sanksi yang tegas malah yang lebih sering melanggar peraturan. Mungkin itu sudah menjadi hal yang biasa di negara kita ini Indonesia Raya. Tapi untuk konteks permasalahan saya ini, bisa dibilang saya kurang terima jika harus disalahkan karena mengikuti peraturan tersebut.
Kemarin saya disalahkan oleh salah satu anggota senat di tempat saya bekerja. Sebut saja Ibu “N”, Ibu “N” ini mempunyai anak bimbingan yang pada hari itu akan mengikuti Ujian Komprehensif (Ujian Sarjana). Menurut persyaratan yang ada seorang mahasiswa dibolehkan untuk mengikuti Ujian Sarjana jika persyaratan administrasi yang dia punya sudah lengkap. Kebetulan kemarin itu mahasiswa tersebut belum melengkapi persyaratan, sedangkan ujian akan dimulai dalam waktu 10 menit. Namanya juga mahasiswa apalagi dia seorang perempuan, jika sudah kepepet senjata satu-satunya adalah menangis.
Saya bilang kepada mahasiswi tersebut untuk tidak menangis karena masalah tidak akan selesai dengan menangis. Setelah saya berusaha mencari jalan keluar agar mahasiswi itu bisa mengikuti ujian, akhirnya dia bisa juga mengikuti ujian tersebut. Tapi tiba-tiba Ibu “N” memarahi saya sambil mengatakan :
Ibu “N” :”Kamu itu kenapa sih menghambat mahasiswa saya untuk ujian kompre..?? Liat itu dia jadi nangis kan…??!!!!”.
Saya : “Maaf bu, saya ga pernah menghambat mahasiswa Ibu atau dosen manapun untuk mengikuti seminar ataupun kompre, mahasiswa ibu ini belum melengkapi persyaratan administrasinya bu….”
Ibu “N” : “Alaaahhh kamu ini, banyak alasan!!!! Dia aja udah menangis kayak gitu…Tandanya kamu mempersulit dia kan???!!!”
Saya :”Bu, kemaren ini bukannya ibu sendiri yang bilang sama saya untuk tidak mengizinkan mahasiswa yang belum lengkap persyaratan administrasinya untuk Ujian??? Kenapa pas anak bimbingan Ibu malah dibela..??? Ibu tu konsekuen donk sebagai Dosen atas peraturan yang Ibu bikin sendiri…Jangan mau enaknya aja, klo anak bimbingan dosen lain peraturan ditegakkan, tapi kalau anak bimbingan Ibu peraturan boleh dilanggar….Gimana sih….???!!!
Terbukti kalau peraturan di negara kita ini berlaku hanya untuk orang-orang yang lemah, untuk orang-orang yang memegang kekuasaan peraturan tidak berlaku….









emangnya syarat yang kurang apaan?
Cek nilainya masih kurang
Kadang saat kita menjalankan tugas dan berusaha, ada saja rintangan dan halangan.
yup bener
woh.. trus si ibu itu jawab apa??
wah.. bener banget.. banyak juga tuh di kampus kayak gitu..
@Ridu
g jawab apa-apa…yang ada cuma diem sambil natap sinis
@Cloud
emg kampusnya dmn??
@Colek

Bu N nya itu dodol.
ditimpuk bata dulu ah.
sabar mbak…
hohoho.. klo kampus dimana kayaknya masih rahasia deh.. :P
kayaknya tau nih nyangkutnya kemana…
aku di kampus malah di persulit tanpa ada kesalahan hanya gara-gara muka ku mirip seseorang yang di benci dosen. aneh banget alasannya kan.
cinker sakit tuh… kak ai dah jenguk belum?? palanta kabarnya bubar ya?? ketinggalan berita diriku.
warna blognya kasih yang segar dong kak… biyar fress,adem ngelihatnya
parah dah si ibu..
ada pepatah yang mengatakan peraturan itu untuk dilanggar kak…..
hohohohoohohoho
mana nih.. tulisan barunya
percaya atau tidak… mulai dari orang lemah sampai kuat hampir selalu membuat peraturan untuk keuntungannya sendiri… kebetulan orang yang berkuasa aturannya lebih luas cakupannya… jadi orang yang lemah kena batunya…
sangat menarik, terima kasih