3
Dec

Segalanya Berawal Dari Niat

   Posted by: admin   in Life, My Favorite

Kemarin sore saya dan dia pergi JJS aka Jalan – Jalan Sore, kebiasaan yang sudah mulai jarang kami lakukan pasca gempa yang melanda kota Padang. Beberapa hal menjadi suatu pemikiran bagi saya ketika jalan – jalan kemarin, dan baru pada saat itu saya menyadari bahwa semua pekerjaan yang kita lakukan asalkan halal dapat menjadi sangat berarti jika diawali dengan sebuah niat yang tulus.

Pertama, saya memperhatikan tukang sol sepatu karena kebetulan saya juga sekalian memperbaiki sepatu. Selintas terlihat bahwa pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang sepele, tapi coba kita pikir lagi. Seandainya kita membeli sepatu atau sendal baru, 1 bulan kemudian sepatu atau sendal itu rusak dan tidak ada tukang sol sepatu untuk memperbaikinya maka kita harus membeli sepatu atau sendal baru lagi. Bayangkan dalam 1 bulan kita membeli sepatu baru, berapa banyak uang yang harus kita keluarkan lagi padahal kebutuhan yang lebih pokok masih banyak yang belum terpenuhi. Dengan adanya tukang sol sepatu maka masalah kita telah terselesaikan dalam hal sepatu, selain itu para tukang sol sepatu juga memperoleh pendapatan yang bisa digunakan untuk menghidupi keluarganya. Terima kasih Pak tukang sol sepatu….

Kedua, saya memperhatikan tukang parkir. Setiap hari kita pasti bermobilisasi entah itu ke sekolah, kantor, kampus, pasar, mall dan lain – lain yang menggunakan kendaraan, baik itu kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Bagi kita yang memiliki kendaraan pribadi pasti jasa Bapak tukang parkir sangatlah membantu kita dalam hal memarkirkan kendaraan kita. Coba kita pikir seandainya tidak ada profesi tukang parkir ini, kita pasti akan memarkir kendaraan kita sembarangan dan akhirnya bisa mengganggu ketertiban lalu lintas yaitu menimbulkan kemacetan. Berterima kasihlah kepada para tukang parkir ini karena dengan tanggung jawab mereka, kendaraan kita akan terparkir dengan baik dan dengan tanggung jawab mereka pula kendaraan kita akan menjadi aman.

Terakhir saya memperhatikan tukang sampah. Tukang sampah yang pekerjaan sehari – harinya mengumpulkan sampah dan mengantarkannya ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sering dianggap sepele. Kita sering merasa jijik ketika kita melewati bak – bak sampah karena baunya yang menyengat. Tapi bagi para tukang sampah itu bukan alasan untuk tidak mengumpulkan sampah – sampah tersebut. Jika tidak ada tukang sampah maka lingkungan tempat kita tinggal, sekolah, kampus maupun kantor akan selalu kotor dipenuhi sampah, dan akhirnya kitapun akan merasa sangat tidak nyaman. Berterima kasihlah kepada para tukang sampah ini karena telah membantu membersihkan lingkungan kita, selain itu kita bantu mereka dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau ingin buang sampah sembarangan coba bayangkan dulu kita menjadi tukang sampah, apakah sanggup mengerjakan pekerjaan itu…???

Ternyata sebuah pekerjaan kecil dan sepele akan menjadi sangat berharga jika dilakukan dengan niat baik dan tulus. Apakah kita berniat baik dalam mengerjakan pekerjaan kita…???

Tags: , , , , ,

This entry was posted on Thursday, December 3rd, 2009 at 9:08 am and is filed under Life, My Favorite. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

25 comments so far

 1 

“Bekerjalah dengan cinta…
Jika engkau tidak dapat bekerja dengan cinta, lebih baik engkau menginggalkannya…
Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang candi-candi, meminta sedekah kepada mereka yang bekerja dengan penuh suka dan cita” ~ kata seorang pria berkumis yang kutipannya dsisipkan ke dalam bahan ajar matakuliah etika profesi

December 3rd, 2009 at 9:32 am
admin
 2 

uhh….bijaksana sekali kamu nard :D

December 3rd, 2009 at 9:36 am
 3 

eee… itu cuma mindahin dari catatan :repost:

December 3rd, 2009 at 9:39 am
admin
 4 

pantesan :cd:

December 3rd, 2009 at 9:44 am
 5 

keren postingannya kali ini…

tapi kok yang komen kalian ajha… publish donk, blogwalking, jadikan mereka yang baca jadi sadar akan arti penting elemen masyarakat di atas, juga elemen lain yang lom sempat terekspos disini. :)

December 3rd, 2009 at 10:35 am
admin
 6 

udah di publish kok yah….tar lagi blogwalkingnya :)

December 3rd, 2009 at 10:36 am
 7 

Saya akan berterimakasih pada uni penjual combro dan peerkedel jagung! :D

December 3rd, 2009 at 12:25 pm
admin
 8 

:)

December 3rd, 2009 at 1:28 pm
 9 

saya terharu melihat foto2 itu … :(

December 3rd, 2009 at 4:13 pm
 10 

wah2 nice post kk :D

December 3rd, 2009 at 5:50 pm
admin
 11 

@Rizal
:(

@b43r
makacih kk :D

December 4th, 2009 at 8:18 am
 12 

yang penting halal…gak kayak koruptor :D

December 4th, 2009 at 8:58 am
admin
 13 

@Rulez
yup bener banget…biar kecil asal halal :beer:

December 4th, 2009 at 9:18 am
Tari
 14 

I Like This…
mank sgala sesuatu d mulae dr niat kaq….

December 4th, 2009 at 12:51 pm
 15 

loh kok nangis .. jangan donk .. saya malah tmabah terharu … ckckckckc

December 5th, 2009 at 9:07 am
 16 

wahh…
niat yang tulus….

tapi kan ga semuanya niatan tulus…

klo si tukang parkir, klo kita mo kabur pasti di cekat terus di mintain duit
(alibi untuk memalak)

klo tukang sampah jg….
klo ada sepatu ato sandal yang bagus di taro di luar rumah langsung di embat !!
=_+

(note : kan ga semuanya niatannya tulus mungkin cmn beberapa doank…..)

December 5th, 2009 at 2:00 pm
 17 

mereka tu orang2 hebat kak…..
patut dijadikan panutan tu…

December 6th, 2009 at 7:30 pm
 18 

seperti melihat sebuah titik di atas kertas putih.. kebanyakan orang melihat titik dari hitamnya titik bukan dari putihnya kertas.. apalagi klo ngeliatnnya pake sedotan mampet.. hitam putihnya ngga jelas..

December 7th, 2009 at 4:05 am
admin
 19 

@Tari
Thanks.. :beer:

@Rizal
terharu banget soalnya :(

@arfgan
kyknya klo tukang parkir mintain duit k kita itu dah emg kewajiban kita memberikan hak tukang parkir, karena tukang parkir telah menunaikan kewajibannya yaitu menjaga dan mengatur kendaraan yang ada di parkiran….klo tukang sampah yang ngambil sendal atu sepatu itu salah kita juga krn sembarangan meletakkan barang-barang :D

@balita
yup bener…dan g ada salahnya klo kita belajar tentang makna hidup dari orang-orang seprti mereka :)

@Cloud
dont judge the book by its cover…itu perumapamaan yg tepat utk menggambarkannya :Peace:

December 7th, 2009 at 9:09 am
 20 

=_=”
kalo kita cuman bentar doank…
misalnya
mo beli di al*amart terus cmn beerenti bentar…
masak di cegat buat ngasih duit..
anehh….

jiaakaka salah gimana..
jelas” di depan rumah gw…
(lmao)

eh kimbum itu siapa?
baca ajah link yg gw kasih di spoilernya tentang kimbum

December 7th, 2009 at 4:41 pm
admin
 21 

ehhehe…mungkin itu oknum tukang parkit kaleee :Peace:

December 7th, 2009 at 4:44 pm
 22 

jiakaka….
kan ga semuanya gw bilang bae’
hehhee

December 7th, 2009 at 5:00 pm
 23 

iya bener banget! saya lebih menghargai mereka daripada para pengemis..

December 8th, 2009 at 1:03 pm
 24 

semoga aja nggak cuma niat….

niat aja sama aja boong.. :iloveindonesia

December 9th, 2009 at 12:35 pm
 25 

kalo tukang parkir sih saya kurang setuju,

apalagi kalo tukang parkirnya preman,

tapi yang lainnya saya setuju…:D

December 17th, 2009 at 9:52 am

Leave a reply

Name (*)
Mail (will not be published) (*)
URI
Comment
[+] kaskus emoticons nartzco