Kemarin sore saya dan dia pergi JJS aka Jalan – Jalan Sore, kebiasaan yang sudah mulai jarang kami lakukan pasca gempa yang melanda kota Padang. Beberapa hal menjadi suatu pemikiran bagi saya ketika jalan – jalan kemarin, dan baru pada saat itu saya menyadari bahwa semua pekerjaan yang kita lakukan asalkan halal dapat menjadi sangat berarti jika diawali dengan sebuah niat yang tulus.

Pertama, saya memperhatikan tukang sol sepatu karena kebetulan saya juga sekalian memperbaiki sepatu. Selintas terlihat bahwa pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang sepele, tapi coba kita pikir lagi. Seandainya kita membeli sepatu atau sendal baru, 1 bulan kemudian sepatu atau sendal itu rusak dan tidak ada tukang sol sepatu untuk memperbaikinya maka kita harus membeli sepatu atau sendal baru lagi. Bayangkan dalam 1 bulan kita membeli sepatu baru, berapa banyak uang yang harus kita keluarkan lagi padahal kebutuhan yang lebih pokok masih banyak yang belum terpenuhi. Dengan adanya tukang sol sepatu maka masalah kita telah terselesaikan dalam hal sepatu, selain itu para tukang sol sepatu juga memperoleh pendapatan yang bisa digunakan untuk menghidupi keluarganya. Terima kasih Pak tukang sol sepatu….

Kedua, saya memperhatikan tukang parkir. Setiap hari kita pasti bermobilisasi entah itu ke sekolah, kantor, kampus, pasar, mall dan lain – lain yang menggunakan kendaraan, baik itu kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Bagi kita yang memiliki kendaraan pribadi pasti jasa Bapak tukang parkir sangatlah membantu kita dalam hal memarkirkan kendaraan kita. Coba kita pikir seandainya tidak ada profesi tukang parkir ini, kita pasti akan memarkir kendaraan kita sembarangan dan akhirnya bisa mengganggu ketertiban lalu lintas yaitu menimbulkan kemacetan. Berterima kasihlah kepada para tukang parkir ini karena dengan tanggung jawab mereka, kendaraan kita akan terparkir dengan baik dan dengan tanggung jawab mereka pula kendaraan kita akan menjadi aman.

Terakhir saya memperhatikan tukang sampah. Tukang sampah yang pekerjaan sehari – harinya mengumpulkan sampah dan mengantarkannya ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sering dianggap sepele. Kita sering merasa jijik ketika kita melewati bak – bak sampah karena baunya yang menyengat. Tapi bagi para tukang sampah itu bukan alasan untuk tidak mengumpulkan sampah – sampah tersebut. Jika tidak ada tukang sampah maka lingkungan tempat kita tinggal, sekolah, kampus maupun kantor akan selalu kotor dipenuhi sampah, dan akhirnya kitapun akan merasa sangat tidak nyaman. Berterima kasihlah kepada para tukang sampah ini karena telah membantu membersihkan lingkungan kita, selain itu kita bantu mereka dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau ingin buang sampah sembarangan coba bayangkan dulu kita menjadi tukang sampah, apakah sanggup mengerjakan pekerjaan itu…???
Ternyata sebuah pekerjaan kecil dan sepele akan menjadi sangat berharga jika dilakukan dengan niat baik dan tulus. Apakah kita berniat baik dalam mengerjakan pekerjaan kita…???









“Bekerjalah dengan cinta…
Jika engkau tidak dapat bekerja dengan cinta, lebih baik engkau menginggalkannya…
Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang candi-candi, meminta sedekah kepada mereka yang bekerja dengan penuh suka dan cita” ~ kata seorang pria berkumis yang kutipannya dsisipkan ke dalam bahan ajar matakuliah etika profesi
uhh….bijaksana sekali kamu nard
eee… itu cuma mindahin dari catatan
pantesan
keren postingannya kali ini…
tapi kok yang komen kalian ajha… publish donk, blogwalking, jadikan mereka yang baca jadi sadar akan arti penting elemen masyarakat di atas, juga elemen lain yang lom sempat terekspos disini.
udah di publish kok yah….tar lagi blogwalkingnya
Saya akan berterimakasih pada uni penjual combro dan peerkedel jagung!
saya terharu melihat foto2 itu …
wah2 nice post kk
@Rizal

@b43r
makacih kk
yang penting halal…gak kayak koruptor
@Rulez
yup bener banget…biar kecil asal halal
I Like This…
mank sgala sesuatu d mulae dr niat kaq….
loh kok nangis .. jangan donk .. saya malah tmabah terharu … ckckckckc
wahh…
niat yang tulus….
tapi kan ga semuanya niatan tulus…
klo si tukang parkir, klo kita mo kabur pasti di cekat terus di mintain duit
(alibi untuk memalak)
klo tukang sampah jg….
klo ada sepatu ato sandal yang bagus di taro di luar rumah langsung di embat !!
=_+
(note : kan ga semuanya niatannya tulus mungkin cmn beberapa doank…..)
mereka tu orang2 hebat kak…..
patut dijadikan panutan tu…
seperti melihat sebuah titik di atas kertas putih.. kebanyakan orang melihat titik dari hitamnya titik bukan dari putihnya kertas.. apalagi klo ngeliatnnya pake sedotan mampet.. hitam putihnya ngga jelas..
@Tari
Thanks..
@Rizal
terharu banget soalnya
@arfgan
kyknya klo tukang parkir mintain duit k kita itu dah emg kewajiban kita memberikan hak tukang parkir, karena tukang parkir telah menunaikan kewajibannya yaitu menjaga dan mengatur kendaraan yang ada di parkiran….klo tukang sampah yang ngambil sendal atu sepatu itu salah kita juga krn sembarangan meletakkan barang-barang
@balita
yup bener…dan g ada salahnya klo kita belajar tentang makna hidup dari orang-orang seprti mereka
@Cloud
dont judge the book by its cover…itu perumapamaan yg tepat utk menggambarkannya
=_=”
kalo kita cuman bentar doank…
misalnya
mo beli di al*amart terus cmn beerenti bentar…
masak di cegat buat ngasih duit..
anehh….
jiaakaka salah gimana..
jelas” di depan rumah gw…
(lmao)
eh kimbum itu siapa?
baca ajah link yg gw kasih di spoilernya tentang kimbum
ehhehe…mungkin itu oknum tukang parkit kaleee
jiakaka….
kan ga semuanya gw bilang bae’
hehhee
iya bener banget! saya lebih menghargai mereka daripada para pengemis..
semoga aja nggak cuma niat….
niat aja sama aja boong..
kalo tukang parkir sih saya kurang setuju,
apalagi kalo tukang parkirnya preman,
tapi yang lainnya saya setuju…