Tulisan ini saya buat karena terinspirasi dari forum terbesar di Indonesia, dan menurut saya tulisan ini harus menjadi cerminan pribadi kita dan juga anak-anak kita. Kita memang sudah seharusnya malu dan berkaca kepada mereka-mereka ini, mereka yang notabene hanyal seorang anak kecil, anak kecil umumnya seusia mereka hanya memikirkan bermain dan hal-hal menyenangkan lainnya, tapi tidak bagi mereka. Siapa mereka ? Inilah mereka…
Samantha Smith
Anak perempuan yang manis ini ketika usianya menginjak 10 tahun membuat ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet mereda. Samantha yang lahir pada tanggal 29 Juni 1972 dan berasal dari daerah perbatasan Amerika dan Kanada menulis surat kepada Pimpinan Uni Sovyet Yuri Andropov dan menanyakan apakah pimpinan Uni Sovyet itu memilih untuk berperang dengan Amerika atau tidak. Walaupun surat tersebut tidak mendapat balasan dari Yuri Andropov, Samantha akhirnya mendapat respon dari pimpinan Uni Sovyet itu yang kemudian mengundangnya untuk bertemu. Namun sayang Samantha tidak juga dapat bertemu Yuri dan hanya berbicara melalui telepon. Sejak saat itu Samantha Smith dikenal dan dicintai oleh semua pihak di Uni Sovyet dan menjadi Duta Amerika Termuda.
Bayangkan teman-teman, seorang anak berumum 10 tahun khawatir akan meletusnya peperangan yang akan mengancam perdamaian dunia. Sedangkan kita disaat sesusianya, apa yang kita lakukan ?
Iqbal Masih
Lain lagi dengan anak lelaki yang satu ini. Iqbal Masih yang lahir dari keluarga Pakistan Katholik di Mudrik. Iqbal merupakan seorang anak yang mampu membebaskan 3000 anak-anak dari perbudakan dalam waktu 2 tahun. Saat itu Iqbal masih berusia 10 tahun, dan juga mengalami perbudakan sejak berumur 4 tahun. Akhirnya Iqbal bisa melarikan diri dan bergabung dnegan BLFF (Bonded Labor Liberation Front of Pakistan). Iqbal menjadi juru bicara BLFF dan menyerukan kepada negara-negara di Eropa dan Amerika untuk membebaskan anak-anak dari perbudakan.
Namun sayang, pada tahun 1995, saat Iqbal berusia 13 tahun, beliau dibunuh oleh mafia suatu industri yang tidak suka dengan apa yang diperjuangkannya selama ini.
Johnny & Luther Htoo
Johnny & Luther Htoo merupakan anak kembar yang dijuluki Kembar yang Terbeerkati Tuhan yang lahir di Burma. Kedua anak ini memimpin tentara gerilya untuk melawan tentara Burma yang pada waktu itu memburu etnis Karen di Burma. Mereka berdua benar-benar sangat luar biasa, di usia mereka yang masih anak-anak, mereka berdiri dan mengangkat senajat (dalam arti yang sebenarnya) dan berjuang bagi kebebasan kaum Karen. Namun akhirnya mereka menyerah kepada tentara Thailand pada Januari 2001 dan meminta perlindungan. Pada saat itu jumlah pengikut mereka telah menyusut hingga 20.
Walaubagaimanapun, keberanian dan pemikiran mereka patut kita acungi jempol.
Beberapa pertanyaan muncul di pikiran saya :
- Saat kita seusia mereka, pernahkan kita mencoba memikirkan perasaan orang lain dan melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain ?
- Apakah kita sebagai orang tua masih saja memberikan kesenangan-kesenangan yang tidak perlu (seperti membelikan mainan dengan harga yang tinggi, jalan-jalan ketempat-tempat mewah, membelikan baju baru setiap saat) kepada anak kita ketika banyak orang disekeliling kita menderita
- Pemikiran seperti apakah yang akan kita ajarkan para Calon Orang Tua kepada anak-anak kita kelak ?
Kita bisa belajar dari mereka, walaupun mereka saat itu tergolong anak kecil, namun pemikiran mereka telah jauh lebih dewasa dan kritis dibandingkan kita para orang tua atau kita orang dewasa yang merasa sudah lebih “Merasakan Asam Garam Kehidupan”.









aku tidak menyangka mereka telah menjadi orang besar pada waktu kecil
berbeda dengan kita…
kita hanya berpikir bersenang-senang
bener. apa yang telas kita lakukan. saya umur itu masih bermain-main.
tapi emg untuk umur segitu waktunya untuk bermain-main. itukan tahap perkembangan.
ah kita hanya hidup di dunia yang berbeda dengan mereka. waktu kanak2 ya saya main lah… mau apa lagi.
makasih…………
semangat nya patut kita contoh
keren keren anak anak ini…
memang kedewasaan tidak bisa dilihat dari usia,,mereka masih belia namun telah memiliki pemikiran yang dewasa,,sangat patut untuk dicontoh,,
hhmm…. inspiratif, siapapun dapat berjasa bagi dunia, tak terkecuali anak-anak…