Kita semua pasti tahu planet bumi yang kita tempati ini berada dalam satu tata surya dan tata surya tersebut berada dalam satu galaksi yang bernama Galaksi Bima Sakti. Jika kita memperhatikan dengan seksama di seluruh jagat raya ini ternyata tidak hanya galaksi bima sakti yang ada di jagat raya ini, ada yang namanya Galaksi Andromeda, Galaksi Bode, Galaksi Cartwheel dan masih banyak lagi, selengkapnya ada di sini. Seperti kita tahu satu galaksi ukurannya sangat sangat besar, dan jika dilihat dengan seksama lagi tata surya kita ini, ternyata bumi tidak lebih dari ukuran satu butir pasir yang ada di pantai
.
Coba teman – teman bayangkan bumi seperti satu butir pasir di pantai dan kita sebagai penghuni bumi merupakan bagian kecil dari satu butir pasir tadi. Subhanallah…ternyata kita sangat sangat kecil, dan hanya DIA lah yang MAHA BESAR. Karena hanya DIA yang bisa mengatur alam yang sedemikian luas ini, tapi mata-NYA tidak pernah luput dari apapun yang kita kerjakan. Jika kita coba saja melihat galaksi bima sakti ini dengan alat paling canggihpun, saya jamin bumi tidak akan bisa terlihat.
Mungkin teman – teman sudah membayangkannya, lalu pertanyaannya kenapa masih saja ada rasa sombong, angkuh, paling berkuasa dan sikap – sikap seperti itu di dalam hati kita..? Padahal kita begitu kecil di mata-NYA dan hanya DIA lah satu – satunya yang MAHA BESAR.
Melewati postingan saya kali ini saya mengajak diri saya sendiri sekaligus teman – teman untuk kembali merenungkan siapa kita sebenarnya dan kemudian kita mulai memperbaiki diri kita lagi sebelum waktu kita tiba
.










yes! pertama (tanpa X)
ya, pada dasarnya kita memang kecil, hanya atas kuasaNYA sesuatu bisa menjadi besar. saya, kamu dan mereka adalah sosok-sosok kecil yang tak berdaya dihadapanNYA, termasuk kamar saya, kamarkecil
@Arif

Artikel yang penuh renungan.
La haula wala kuwwata illa billah.
Salam kenal serta jabat erat selalu dari Tabanan
Jadi ikut merenung tentang segala kesombongan yang sudah aku lakukan selama ini, kecil. Sangat kecil sekali namun sudah sombong segede gunung, itulah manusia :lol: .
@kalabang
@sugeng

salam kenal juga dari padang
bener2.. .
kita sangatlah kecil dan sangat – sangat kecil . .
iya ya.. klo dibayangin ngga kayak debu..
hmm bumi sekecil itu klo kita liat ke luar sana.. hmm ngebayangin klo beneran ada badai matahari apa bener ya bumi bakal ke sembur sama lidah matahari kayak di film knowing.. hmm serem..
oiya..kita kecil bgt..baru tau yak hihihi..

@akbar
@cloud
siap-siap ja dari skrg
@julianus

yup kita memang kecil sekali, jadi merenung baca tulisan ini…
dengan arti dan makna yang luas..
Ternyata Kakak ini
Rajin menulis artikel di Blog nya
Salam hangat
salam kenal
ditunggu kunjungan baliknya
SElain punya blog di wordpress
sekarang
ilyas afsoh punya rumah baru
belajar ngeweb juga
@agoenk
blom terlambat untuk memperbaiki diri
@ilyas
terima kasih sudah berkunjung
sangat kecil seperti setitik debu di padang pasing
(blogwalking)salam kenal aja ya….
numpang info ya om, tante, mas, mba, dll…
bagi temen2 yang ingin bertukeran link dengan tujuan sama sama meningkatkan traffic, kunjungi blogku yg baru PR-3 di sini, http://agrit.web.id dan http://www.unek2ku.co.cc , kita tukeran link gratis bagi sapa aja, pasang ke-2 linkku di web/blogmu, kl sudah, konfirmasi via komentar. ane cek setiap hari, jd jangan kuatir kl g dipasang….
skalian mau tukeran link ya om, tante, mas, mba, dll, kl linkku dah di pasang, konfirmasi aku via kasih komen di artikel blogku ya…, ditunggu konfirmasinya….
Besok, kakak nulis apa lagi ya ???
“kenapa masih saja ada rasa sombong, angkuh, paling berkuasa dan sikap – sikap seperti itu di dalam hati kita..?”
karna kita itu manusia kak
)
terima kasih telah mengingatkan. kita manusia memang tak ada apa-apanya dan jg tak pny apa-apa, semua pinjaman dari Nya
Wah kalo inget yang ini… aku kebayang bahwa debupun masih terlalu besar untuk kita…
Tapi yang lebih hebat lagi adalah Allah yang bisa mengawasi ciptaanya yang sedmikian kecil, bahkan lebih kecil dari manusia….
Subhanallah
ikutan nimbrung ahhh, kunjungin balik blogku juga ya
betapa maha esa tuhan yang menciptakan semesta alam….
ehm..datang lagi sesuai janji, hehehe..
hmm keren postingannya neng, imajinatif
wah tu kan sikap manusia
kalau gak gak exis, mungkin
nice post, kapanY aku bisa keluar angkasa?
kita gak ada artinya di hadapannya..
yang paling terpenting adalah kita yang butuh dya bukan dya yang butuh kita..
salam..
http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com
nice post..
semoga bermanfaat bagi pembaca yang lain..
sesungguhnya Allah maha Kuasa…
wah iya y mbak ai ^^
kadang dengan sedikit kelebihan aja kita udah sombongnya minta ampun ^^
Alloh aja dengan kebesaran-Nya tidak pernah sombong
siapa sih diri kita ini?
makasih mbak ai..
yup, di jagat raya yg luar biasa gede ini, kita cuma sebesar debu halus..
maknailah dan jangan menyombongkan diri
subhanallah….
[...] Ternyata Kita Kecil | ai imoet | Masih Belajar nge-Blog [...]
subhanallah….
Sukses ya belajar

ngebloknya, Q juga pingin nih…
Setelah kita memahami fakta/ilmu ini, maka ucapan2 kita juga ternyata banyak kurang tepat.Seolah-olah Tuhan ada di atas; Tuhan maha besar, dsb. Misalnya sering mengatakan “serahkan kpd Yang di atas”, krn akhirnya atas vs bawah, barat, timur, dsb jadi tak relevan klo kita melihat/menyadari posisi kita yg ibarat pasir di tengah pasir yg berserakan dmk.Tuhan juga maha kecil, dalam konteks kedekatannya dengan manusia misalnya, krn kita kecil sekali. Mengingat batas ruang angkasa belum diketahui sampai saat ini,dan Tuhan tidak berada dalam ciptaanNya, lalu bgmn jauhnya Tuhan dengan kita? Wah jadi pusing; makanya jangan sering2 mendiskusikan Tuhan selain menyembahNya saja.